Agnez Mo Curhat ke Pendeta, Merasa Industri Hiburan Tak Cocok untuknya dan Banyak Kebencian di Hati

Agnez Mo Curhat ke Pendeta, Merasa Industri Hiburan Tak Cocok untuknya dan Banyak Kebencian di Hati

Di puncak popularitas, Agnes Monica dengan sebutan lain Agnez Mo menghadapi tantangan berat dua tahun silam. Ia curhat ke pendeta dikarenakan terasa tak sesuai dengan industri hiburan yang selama ini membesarkan namanya.

Peristiwa ini terjadi sama sesudah Agnez Mo merilis single baru “Overdose” duet bareng Chris Brown. Perasaan ini nampak dengan benci yang menumpuk di benak pelantun “Tanpa Kekasihku” dan “Sebuah Rasa.”

“Aku sesungguhnya sempat ngomong mirip sahabatku, yang seorang pendeta. Gue bilang sepertinya gue enggak sesuai untuk dunia hiburan. Aku bilang begitu. Setelah (duet Chris Brown),” ujar bintang sinetron Pernikahan Dini.

“Aku sesungguhnya sempat ngomong mirip sahabatku, yang seorang pendeta. Gue bilang sepertinya gue enggak sesuai untuk dunia hiburan. Aku bilang begitu. Setelah (duet Chris Brown),” ujar bintang sinetron Pernikahan Dini.

“Aku sesungguhnya sempat ngomong mirip sahabatku, yang seorang pendeta. Gue bilang sepertinya gue enggak sesuai untuk dunia hiburan. Aku bilang begitu. Setelah (duet Chris Brown),” ujar bintang sinetron Pernikahan Dini.

Begitu Banyak Kebencian

Agnez Mo mengaku ada roh jahat yang menyelinap di benak selanjutnya memanipulasi hatinya. Bersama dengan itu, pemilik album And The Story Goes To dan Whaddup A? merasakan kebencian.

“Dan alasannya adalah dikarenakan begitu banyak kebencian yang kurasakan kala itu. Padahal sesungguhnya aku udah merasakan begitu banyak kasih, aku sangat mengasihi Tuhan,” Agnez Mo menyambung.

Kadang Fans Enggak Tahu

Lebih lanjut ia menyebut, pernah ditawari promosi single “Overdose” ke sejumlah kelab tari telanjang di AS. Menurut tim Agnez Mo kala itu, ke kelab tari telanjang anggota berasal dari promosi.

“Promo Overdose, ini yang orang atau fans gue kadang banyak yang enggak tahu. Mereka itu kalau promo di kelab tari telanjang, menurut mereka itu tidak apa-apa, itu anggota berasal dari promosi,” ungkapnya.

Tiga Kelab Tari Telanjang

Agnez Mo ogah menghakimi dikarenakan itu tanggung jawab mereka kepada Tuhan. Menghakimi bukan tugas Agnez Mo. Ia mengenang peristiwa kala suatu hari ditelepon perusahaan rekaman dan manajemen.

“Mereka bilang (saat itu gue sedang promo Overdose di radio-radio New York): ada tiga kelab tari telanjang yang sudi lo mampir hanya 30 menit,” penyanyi kelahiran Jakarta, 1 Juli 1986, membeberkan.

Aku Sebagai Perempuan

Pengakuan ini terekam didalam video “What? Agnez Mo Promo Lagu Di Strip Club?” yang dipublikasikan di kanal YouTube Daniel Mananta Network, Selasa (5/1/2021).

Agnez Mo hanya diminta mampir sebagai tuan rumah pesta, tak wajib tampil. Ia menolak dengan alasan, “Hidupku jauh lebih berarti, lebih berasal dari sekadar karierku. Aku sebagai perempuan, aku sebagai seorang ibu suatu saat.”

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *